Komunikasi dengan Pasangan = Komunikasi dengan Orang Asing

view9
0
comment0
share0
share0
21/10/2014

Pernahkah Anda merasa sangat dekat dengan seseorang hingga Anda bisa membaca perasaan orang tersebut dengan tepat? Perasaan ini biasanya dimiliki oleh pasangan yang telah lama bersama serta sahabat dekat. Orang yang telah kenal lama memang bisa berkomunikasi satu sama lain dengan lebih mudah. Tapi artikel dalam Journal of Experimental Social Psychology menyatakan bahwa kadang yang terjadi justru kebalikannya.

Dalam artikel tersebut, ada keadaan yang disebut ‘closeness-communication bias’, yang terjadi saat Anda berkomunikasi dengan orang yang telah mengenal Anda dengan baik. Anda langsung beranggapan bahwa orang tersebut langsung mengerti dan memahami perasaan Anda. Akibatnya Anda tidak memberikan informasikan yang cukup untuk komunikasi yang efektif. Hal ini tidak terjadi bila Anda berkomunikasi dengan orang yang belum dikenal, karena Anda cenderung memberikan informasi lebih untuk memastikan pesan diterima dan dipahami dengan baik.

Karena itu, bila Anda sedang terlalu lelah untuk berjalan-jalan ke luar rumah bersama pasangan Anda, jangan sekedar mengatakan bahwa Anda sedang malas dan capek. Penjelasan singkat itu akan membuat dia merasa ditolak dan kecewa. Jelaskan bahwa Anda sedang lelah dan lebih ingin menghabiskan waktu untuk menonton TV atau DVD bersama pasangan Anda.

Ingat selalu bahwa informasi yang cukup selalu dibutuhkan untuk komunikasi yang efektif, baik pada komunikasi dengan orang asing ataupun orang yang sudah lama mengenal Anda. Bila Anda memahami hal ini, maka Anda dan pasangan akan mampu menghindari berbagai masalah muncul karena kesalahpahaman.

Sumber:
http://www.psychologytoday.com/blog/what-the-wild-things-are/201101/the-key-good-communication-pretend-your-spouse-is-stranger