Belajar Memahami Perspektif Anak, Lihat Dunia dari Mata Si Kecil

16 Oct 2015

Belajar Memahami Perspektif Anak, Lihat Dunia dari Mata Si Kecil

Tidak semua orang tua mampu melihat cara pandang buah hatinya saat melihat dunia. Namun, Anda harus melakukannya untuk dapat memahami si kecil lebih dalam. Cara pandang si kecil tentu berbeda dengan cara pandang Anda sebagai orang tua. Oleh karena itu, cobalah untuk flashbacksejenak ke masa lalu Anda sebagai anak-anak dan mulailah memahami perspektif si kecil.

Salah satu cara untuk memantau tumbuh kembang anak  adalah dengan masuk ke dalam dunianya. Untuk masuk ke dalam dunia si kecil, Anda perlu memahami sudut pandangnya terlebih dahulu dengan cara-cara berikut ini:

  1. Cari tahu apa yang disukai dan tidak disukai oleh si kecil. Ada banyak hal yang mungkin bisa Anda ketahui dari si kecil. Misalnya, musik, film dan pelajaran yang ia sukai. Mintalah ia untuk mengungkapkan hal-hal yang tidak disukainya. Dengan begitu, Anda akan menjadi lebih mudah melihat dunia dari mata dan pikiran si kecil.
  2. Coba mengerti apa yang diinginkan si kecil. Setelah mengetahui hal-hal yang disukai dan tidak disukai si kecil, tentu Anda tahu apa yang diinginkannya. Meskipun tidak sesuai dengan keinginan Anda, cobalah untuk mengerti apa yang diinginkan si kecil. Jika hal itu positif untuknya, Anda hanya perlu memberinya dukungan. Akan tetapi, bila hal itu negatif, Anda harus memberinya pengarahan dan pengertian.
  3. Buat keputusan bersama-sama. Sesekali, libatkan si kecil dalam mengambil suatu keputusan dalam keluarga . Mulai dari menentukan menu makan malam sehari-hari sampai ekstrakurikuler yang hendak diikuti olehnya di sekolah.
  4. Empati dengan situasi yang dialami anak. Anak-anak cenderung merasa bosan jika melakukan rutinitas sehari-hari, seperti sekolah. Bahkan, mereka pun kerap merasa iri jika temannya memiliki barang-barang yang lebih bagus dari yang dimilikinya. Anda bisa masuk ke dalam sudut pandang si kecil dengan mencoba memposisikan diri pada posisinya dan berempati terhadap apa yang dirasakannya.
  5. Kembali menjadi ‘anak-anak’. Anda tentu pernah mengalami masa kanak-kanak juga. Oleh karena itu, cobalah untuk mengingat masa kanak-kanak sehingga Anda dapat menempatkan diri pada dunia si kecil.

Peran Anda sebagai orang tua sangat dibutuhkan dalam tumbuh kembang anak. Selami dunia si kecil dengan melihat dari sudut pandangnya. Lakukan komunikasi sesering mungkin dengannya. Apabila Anda sibuk dengan pekerjaan, usahakan untuk menyediakan waktu minimal 15 menit sehari untuk duduk bersama si kecil dan berbincang-bincang santai sambil minum teh. Dengan berbincang santai ditemani teh hangat, pembicaraan pun akan lebih mengalir dan anak dapat dengan alami menceritakan kisahnya pada Anda.